mencari tapi bergeming
terlalu banyak pinta
jangan turuti nafsu
yang ada sekarang sedikit kesadaran
jangan mengambigu
jangan terjebak dengan kesederhanaan
karena tidak pernah putih
karena selalu bertempur
aku mati, atau tidak?
bukan jawaban, tidak juga pertanyaan?
ini permintaan dari benak
terlalu sulit, karena aku yang paham
30.6.10
29.6.10
'cause i'm a better man
I like confrontation
I am stubborn
I am an idealist
But, i'm the right one
I am not a saint
I am not a good person
I am an independent person
But, i'm the right one
I am an explorer
I am a challenger victory
I hate the establishment
But, i'm still the right one
I am stubborn
I am an idealist
But, i'm the right one
I am not a saint
I am not a good person
I am an independent person
But, i'm the right one
I am an explorer
I am a challenger victory
I hate the establishment
But, i'm still the right one
20.6.10
Maaf
Saya punya daya seperti-Mu
Saya punya kuasa seperti-Mu
Siapa yang lebih lengkap daripada manusia?
Siapa yang lebih sempurna daripada manusia?
Kita ini punya segalanya
Kita ini punya kelebihan
Kita ini punya kekurangan
Apa yang Kamu punya?
Tidakkah Kau iri,
dengan kemampuan kami untuk berbuat salah?
Tidakkah Kau iri,
dengan kemampuan kamu untuk berucap maaf dan mohon ampun?
Tidakkah Kau iri,
dengan kemampuan kami untuk menghakimi sesama kami?
Tidakkah Kau iri,
dengan ketidakmampuan kami untuk memaafkan sesama kami?
Tidakkah Kau iri,
dengan keberagaman kami? sedangkan Kau hanya sendiri di sana?
Saya punya kuasa seperti-Mu
Siapa yang lebih lengkap daripada manusia?
Siapa yang lebih sempurna daripada manusia?
Kita ini punya segalanya
Kita ini punya kelebihan
Kita ini punya kekurangan
Apa yang Kamu punya?
Tidakkah Kau iri,
dengan kemampuan kami untuk berbuat salah?
Tidakkah Kau iri,
dengan kemampuan kamu untuk berucap maaf dan mohon ampun?
Tidakkah Kau iri,
dengan kemampuan kami untuk menghakimi sesama kami?
Tidakkah Kau iri,
dengan ketidakmampuan kami untuk memaafkan sesama kami?
Tidakkah Kau iri,
dengan keberagaman kami? sedangkan Kau hanya sendiri di sana?
10.6.10
Tulus
Siapa terang? Siapa gelap?
Jangan bicara cinta, kalau kamu jenuh.
Jangan bicara kasih, kalau kamu lelah.
Jangan bicara sayang, kalau kamu sedih.
Cinta itu tidak pernah jenuh.
Kasih itu tidak pernah lelah.
Sayang itu tidak pernah sedih.
Jiwa itu cintamu. Jiwa itu hatimu.
Tidak akan pernah putus, patah, dan retak sedikit pun,
jika jiwamu mengerti apa yang dijalani dan dihadapinya.
Karena kecewa yang kamu rasakan, tidak akan sebesar senyum kecil yang ada di wajah sendumu.
Jangan bicara cinta, kalau kamu jenuh.
Jangan bicara kasih, kalau kamu lelah.
Jangan bicara sayang, kalau kamu sedih.
Cinta itu tidak pernah jenuh.
Kasih itu tidak pernah lelah.
Sayang itu tidak pernah sedih.
Jiwa itu cintamu. Jiwa itu hatimu.
Tidak akan pernah putus, patah, dan retak sedikit pun,
jika jiwamu mengerti apa yang dijalani dan dihadapinya.
Karena kecewa yang kamu rasakan, tidak akan sebesar senyum kecil yang ada di wajah sendumu.
7.6.10
HIPOtermia
Pagi ini...
Tak mau terulang. Berhati, berasio.
Tak mau untuk digubris.
Pagi ini...
Jangan tanya tentang indahnya pelangi,
karena hari ini, mentari tidak berani membuka matanya.
Pagi ini...
Jangan tanya tentang hangatnya cinta,
karena dinginnya sang surya, aku hipotermia.
Tak mau terulang. Berhati, berasio.
Tak mau untuk digubris.
Pagi ini...
Jangan tanya tentang indahnya pelangi,
karena hari ini, mentari tidak berani membuka matanya.
Pagi ini...
Jangan tanya tentang hangatnya cinta,
karena dinginnya sang surya, aku hipotermia.
*Note:
Pembenaran dan kebenaran menjadi sesuatu hal yang sulit dibedakan.
Entah kenapa, pembenaran sangat dekat dengan kesalahan.
Entah kenapa, hal itu sangat intim dengan pandangan yang sempit.
Kebenaran tidak pernah dekat dengan kesalahan.
Karena keduanya mempunyai alasan jelas untuk membuat jarak.
Entah kenapa, pembenaran sangat dekat dengan kesalahan.
Entah kenapa, hal itu sangat intim dengan pandangan yang sempit.
Kebenaran tidak pernah dekat dengan kesalahan.
Karena keduanya mempunyai alasan jelas untuk membuat jarak.
6.6.10
Janji
kamu bukan punyaku, tapi kamu tulis aku
aku tidak punya kamu, tapi memiriskan rasa
janjiku selalu tersenyum,
janjiku selalu bahagia,
janjiku tidak ada tangis lagi,
untuk ikatan tak terlihat ini
cekikan ini masih membuatku bernafas
walau sinus ini cukup mengganggu
tapi tak apa, karena aku berjanji untuk selalu bahagia
Subscribe to:
Posts (Atom)