Showing posts with label amor. Show all posts
Showing posts with label amor. Show all posts

17.12.11

Tidak Patah, Tapi Hilang

Malamku berat, bangunku telat.
Mataku sembab, nafasku sesak.
Aku terisak dari rindu yang tersendat.

Lagi sendiri.
Langkahku limbung, tak apa. Semua sudah kadung.
Jangan coba diulang, karena nanti malah usang.

Hari ini, hari baru.
Suasana baru, tapi tak seimbang. Entah kenapa, jangan dipaksa.
Bukan karena aku tak tahu, aku hanya belum ingin memberitahu.

Aku tidak sedang patah hati, karena aku tak kecewa.
Dan memang aku tidak sedang patah hati, karena aku tak marah.

Pagi ini, aku sadar. Aku sendiri. Iya memang hanya sendiri.
Pagi ini, aku sadar. Saat hirup dalam-dalam. Hatiku tak patah, tapi hilang.

16.12.11

Doa Pagi

Pagi ini, semoga tidak lagi sulit.
Pagi ini, semoga bukan hanya mimpi.

Panas teriknya aku rasakan.
Dingin anginnya aku nikmati.

Tuhan, jika cinta itu ada.
Yakinkan aku bahwa itu nyata.

Bukan untuk membuat resah.
Tapi untuk helaan nafas bahagia.

Amin.

kali ini aku yang jaga malam.

tidur. aku harap tidurmu nyenyak malam ini.
biar aku terjaga. tak apa. biar aku siap menantang mentari.

jangan risau aku mohon. aku tidak lagi sakau.
aku hanya ingin lihat parasmu saat larut dalam mimpi.

bila kamu lihat aku terlelap. sentuh aku. jangan sungkan.
mataku kembali terjaga untuk selalu waspada.

semoga kamu mimpi indah.bila tidak pun tak apa.
karena kita harus kembali memekakan mata melihat realita.

14.12.11

penyerahan

ya ini menakjubkan
ya ini menyenangkan

tapi ini bukan alasanku
tapi ini bukan maksudku

sederhana, aku hanya ingin berbagi.
berbagi apa? kalau bisa, semuanya.

1.3.11

Ceritanya Cinta

Kita tidak bicara cinta, kita bicara realita. Jangan pula marah, kalau ternyata kalian memang goyah. Tak perlu kamu tangisi apa yang sudah kalian jalani. Cukup renungkan saja perbedaan yang ada, semoga kalian mampu belajar dari itu semua.


Lamanya bukan soal, karena ikatan ini tidak untuk amal. Perbedaan ini membuat aku dan kalian sadar, tapi tak akan pernah pudar.

Ini tentang realita yang tak sanggup kita tolak. Ini tentang cinta yang juga tidak sesaat. Resah hanya dapat kita terima, gundah pun jadi nyata.

Menjadi orang yang besar hati, tak akan mengecilkan untaian kasih. Menjadi orang yang tabah, memang bukan hasil dari keputusan yang gegabah. Aku di sini, berdiri, melihat orang-orang tegar yang terdiam karena api ikatannya padam.

Tak ada tangis, tak ada juga tarikan mengais. Tak ada teriakan, yang ada hanya kesunyian. Aku menyaksikan sebuah renungan tentang cinta yang kalah oleh realita.

27.2.11

VETERAN


Kembali bergelut, kembali kalut.
Ini bukan kali pertama, tapi layaknya perdana.
Aku tak kan jatuh lagi, aku tak kan cinta lagi.
Tak ada lagi kata percaya, karena takut diperdaya.
Aku ragu untuk maju, sebab trauma yang menggema.

6.2.11

cintapi


tak usah kamu janjikan sesuatu yang baik, karena aku tahu pasti mana yang benar.
tak perlu kamu kabarkan indahnya surga, karena aku tahu pasti buruknya neraka.

apakah cintamu hanya sebatas ambisi?
apakah sayangmu hanya sebatas mimpi?
apakah kasihmu hanya sebatas fiksi?

buang Tuhanmu jika ternyata Dia masih mengajarkan kebencian.
buang Tuhanmu jika ternyata Dia masih congkak menjadi hakim.
buang Tuhanmu jika ternyata Dia masih menjual janji palsu.
buang juga Tuhanmu jika Dia masih jadi alat pamungkas untuk menipu.

tak akan aku sangkal jika dunia ini kejam.
tak akan aku sangkal jika dunia ini jahanam seperti nabi-nabi palsu.
tapi kan ku bantah bila ragaku tak mampu berontak.
tapi kan ku bantah bila ayat-ayat ini menyesatkan manusia.

penghargaan hidupmu hanya sebatas uang semata, tak cukup untuk meratakan mata hati nurani.


29.5.09

Abu Abu

Warnanya tidak muram. Warnanya tidak cerah. Tidak sedih,tidak senang. Bukan juga seru,bukan juga titik.
Aku menunggu utk ditunggu. Aku dijawab utk menjawab. Tak ada waktu,tak ada titik. Yang ada hanya waktu yang semakin panjang. Yang ada hanya ruang yang semakin lebar. Saat ini hanya rasa yang bertugas. Leha-lehalah si pikir. Ia yang menentukan waktu dan ruang. Entah itu aku atau kamu.
Aku selalu berharap utk tidak menjadi abu-abu. Tidak menjadi sedih pula,apapun warnanya. Kamu pun aku harap demikian. Memang sulit menentukan warna kita. Sulit bagimu dan bagiku juga.
Lakon kita belum usai. Sang sutradara membuat cerita kita lebih panjang. Mungkin hanya aku yang penasaran. Entah kamu turut ambil pusing atau tidak.
Semoga dari sandiwara ini, kita dapat belajar utk saling memahami. Antara aku dan kamu, kamu dan aku, aku dan Dia, kamu dan Dia, dan mungkin... kita dan Dia.