16.1.12

cold life

they don't give you a smile.
'cause they never lie.

they never need your advice.
they just need your service.

a broken man. a broken lady.
yes, we are broken people.

it is not about a broken heart.
it's all about a broken life.

this is not a lie. this is a life.
see, how lucky we are?

22.12.11

Mimpi Realita

Mimpi atau nyata. Aku tak tahu.
Bertemu kamu itu seperti dongeng.

Kecepatannya sama.
Datang dan perginya.

Memori dan cerita.
Jadi bahan untuk pendewasaan.

Banyak yang kutinggal saat memilihmu.
Tak sedikit yang ketemui saat meninggalkanmu.

Semoga ini lamanya tak seperti dongeng putri tidur.
Semoga kembali cepat, karena kita tahu tak ada kata terlambat.

Tapi sabar, mungkin aku belum sadar.
Semoga sadar, karena aku tak sabar.
Cubit aku, biar tidak melulu di dasar.

Kamu dan Jakarta

Kamu.
Jakarta. Jakarta.
Kamu.

Kota itu.

Jakarta, kota sempit padatnya menghimpit.
Jakarta, kota macet ruangnya sedikit, sehingga sering bikin sembelit.
Jakarta, kota kapitalis yang sinis, yang sok humanis.

Kamu.

Tidak pernah buat macet, tapi mampet hidung karena mata sembab.
Tidak pernah buat marah, tapi menangis. Keduanya faktor emosional.
Tidak pernah buat bingung, tapi limbung.
Keduanya karena tujuan.

Semua punya Jakarta, termasuk kamu.
Tapi semua tidak punya kamu, termasuk aku.

Aku mungkin ingat sudut ibukota, karena sering singgah.
Mungkin kamu juga aku ingat, karena pernah singgah.

Jakarta, dicari dan dicaci, tak usah dimengerti.
Kamu, dicari dan dipahami bukan untuk dimiliki.

selamat hari ibu, mama.

Ingat mama, aku sering buatnya marah.
Ingat mama, aku takut dibilang durhaka.
Ingat mama, aku selalu mau berusaha.

Ingat mama, semoga upayaku tak sia-sia untuk buatnya bahagia.

Selamat hari ibu, mama.

17.12.11

Tidak Patah, Tapi Hilang

Malamku berat, bangunku telat.
Mataku sembab, nafasku sesak.
Aku terisak dari rindu yang tersendat.

Lagi sendiri.
Langkahku limbung, tak apa. Semua sudah kadung.
Jangan coba diulang, karena nanti malah usang.

Hari ini, hari baru.
Suasana baru, tapi tak seimbang. Entah kenapa, jangan dipaksa.
Bukan karena aku tak tahu, aku hanya belum ingin memberitahu.

Aku tidak sedang patah hati, karena aku tak kecewa.
Dan memang aku tidak sedang patah hati, karena aku tak marah.

Pagi ini, aku sadar. Aku sendiri. Iya memang hanya sendiri.
Pagi ini, aku sadar. Saat hirup dalam-dalam. Hatiku tak patah, tapi hilang.

16.12.11

Paranoid

01:57 pm. Jakarta.

Siang ini, kota ini ramai.
Siang ini, aku berharap damai.


Aku tersadar dari lelahku. Untung masih di Slipi, pikirku. Aku tak mau terlewat. Ya hari ini lelah. Aku terjaga semalaman, walau aku lelah. Aku menolak bermimpi, takut saat sadar tambah resah.

Aku jejakkan kaki di depan Pacific Place. Menimbang apa yang aku akan lihat tak akan semenarik dengan apa yang aku ingat. Aku acuhkan tempat ini berjalan menuju seberang. Aku tahu foto-foto di dalam punya memori tapi aku memilih untuk menulis memori.

Langkah demi langkah aku tapaki untuk keseberang. Lagu merdu tapi sendu tak sengaja didengar oleh hati yang rindu. Ya langkahku kembali rikuh saat melihat ke bawah tak ada langkah feminim di sebelahku.

Sampai di seberang, sampai di tempat aku biasa menerawang kenangan. Ya di tempat itu, aku kembali bertarung di bus kota. Jalanan di depanku padat, tapi tak seperti perjalanan ini yang kadang harus dibabat.

Akhirnya datang, aku duduk nyaman. Jangan khawatir, aku tahu yang pantas untuk ditunggu.


Adelaide Sky (Original - Free Download!) by adhitiasofyan